Sabtu, 31 Januari 2015

Pelangi Api


    Kalian pasti tahu kan yang namanya pelangi. Nah, ternyata pelangi itu bermacam-macam salah satunya Pelangi Api.
    Pelangi Api adalah fenomena indah di langit yang sebenarnya awan berwarna-warni. Awan itu terjadi, karena awan yang tersusun dari air dengan memantulkan, membiaskan, dan mendifraksi cahaya. Proses pembentukan nya mirip seperti pelangi umumnya, namun pelangi api juga terjadi karena adanya proses difraksi cahaya matahari. Sebagaimana pelang biasa, pelangi api juga memiliki warna-warni terdiri dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. 
    Nama lainnya yaitu "Circumhorizon Arc" atau "Fire Rainbow".
    Fenomena ini akan  muncul ketika matahari berada lebih tinggi 58 derajat diatas horizon. Cahaya matahari lurus menyinari awan citrus, dan akhirnya menghasilkan semacam lempengan kristal segi enam dan membentuk efek Kristal. 
    Keunikan pelangi ini kebanyakan terjadi tanpa disertai adanya hujan. Pelangi ini bisa muncul kapan saja.
    Kebanyakan muncul yang terjadi satu jam di Idaho (dekat perbatasan Washington) tanggal 3 Juni 2006. Dan ternyata di Indonesia juga pernah terjadi, yaitu di Makassar, Sulawesi Selatan. Jawa Timur tanggal12 November 2011, pukul 15.10 WIB. Dan di Medan tanggal 8 Mei 2012.


        

Badai Abadi Venezuela

 

Fenomena "Relámpago del Catatumbo" atau "Petir Catatumbo" adalah suatu fenomena alam yang aneh. Lokasinya di mulut sungai Catatumbo di Danau Maracaibo (Venezuela), fenomena ini berwujud halilintar atau petir di langit yang tingginya lebih dari 5 km dan terjadi selama 140 hingga 160 di malam-malam dalam setahun, 10 jam dalam satu malam, dan sebanyak 280 kali perjam-nya. Badai yang hampir permanen ini terjadi di atas dataran tanah rawa dimana aliran sungai Catatumbo mengisi danau Maracaibo. Fenomena ini diperkirakan merupakan pembentuk tunggal terbesar lapisan ozone di bumi, melihat intensitas dan frekuensinya yang tinggi. Di lokasinya memperlihatkan sekitar 1.176.000 sambaran listrik per tahun, dengan intensitas hingga 400.000 ampere, dan terlihat hingga jarak 400 km. Karena itulah fenomena ini juga digunakan para pelaut sebagai alat bantu navigasi. Tubrukan angin yang berasal dari pegunungan Andes menimbulkan badai dan petir yang mengikutinya sebagai hasil dari electrical discharge melalui proses ionisasi gas-gas, terutama methan yang dibentuk oleh dekomposisi bahan organik di rawa-rawa. Menjadi lebih ringan dari udara, gas tersebut naik hingga ke awan-awan, mensuplai badai-badai. Beberapa pemerhati lingkungan lokal berharap agar kawasan ini dilindungi oleh UNESCO karena fenomenanya yang menakjubkan, sumber terbesar regenerasi lapisan ozone di planet bumi.

 
http://qanitazulkarnain.blogspot.com/2012/06/badai-abadi-venezuela.html